POST TITLE
POST TITLE
POST TITLE
POST TITLE

30 Mei 2012

Masjid Baitul Futuh: Sarana Dakwah Modern di Eropa

with 0 Comment
Masjid Baitul Futuh, Masjid Modern Terbesar
Mohd Fadly Samsudin | hmetro.com.my

MASJID Baitul Futuh di Morden, London, kini menjadi salah satu institusi penting dan disegani. Ia menjadi pusat penyebaran Islam sebagai agama yang damai. Selain meningkatkan kerukunan masyarakat Islam dan non-Islam, sekaligus menjadi pusat kajian Islam bagi masyarakat Eropa dan dialog antara agama.

Kompleks itu diresmikan pada 2003 dengan menelan biaya £ 5,5 juta hasil sumbangan komunitas Islam di sana.

Masjid tersebut diresmikan oleh Pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah, Mirza Masroor Ahmad, pada 3 Oktober 2003 yang dihadiri lebih 600 tamu termasuk para pejabat tinggi, Wakil pejabat tinggi, Anggota Parlemen Eropa, Walikota London, anggota majelis, dosen dan perwakilan 17 negara.

Berdiri diatas lahan seluas 21,000 meter persegi, Masjid itu mampu menampung 12,000 jamaah.

Terdapat dua ruang sholat bagi kaum lelaki yaitu di tingkat atas dan bawah.

Bagian bawah dikhususkan untuk jamaah yang berusia lanjut yang tidak bisa melakukan ibadah shalat dengan berdiri. Tetapi Masjid juga menyediakan lift dan kursi bagi mereka itu.

Sementara ruang sholat perempuan dirancang khusus lengkap dengan alat kedap suara. Ruang itu diperuntukkan khusus bagi wanita yang membawa anak supaya ia tidak mengganggu jemaah ketika menunaikan sholat.

Masjid Baitul Futuh juga dilengkapi dengan toilet serta tempat wuduk modern. Lampu di ruang wudu'nya berjenis magnetik automatik yang secara otomatis menyala ketika jamaah masuk dan kemudian akan mati secara otomatis jika ruangan wudhu sudah selesai digunakan.

Setiap tahun tercatat lebih dari 10,000 pengunjung yang sebagian besar mereka berasal dari rombongan pelajar, kelompok agama, organisasi sosial, badan amal, pemerintah lokal dan pusat.

Lebih hebat lagi, Masjid itu memiliki studio televisi khusus untuk menerbitkan dan menyiarkan kegiatan dakwah yang berlangsung di masjid itu.

Studio serba lengkap itu juga memiliki unit terjemahan untuk siaran berbagai bahasa, ruangan editing, grafis dan animasi.

Dari studio itulah pelbagai siaran dakwah dapat disiarkan ke seluruh dunia menggunakan tujuh satelit digital dengan menggunakan nama siaran Muslim Television Ahmadiyah International (MTAI).

Bagi kebutuhan dakwah, masjid itu juga memiliki auditorium yang dinamakan Dewan Tahir untuk tujuan seminar, simposium dan kegiatan dakwah lain kepada seluruh masyarakat. Tidak saja dari kalangan Islam tetapi juga non-muslim yang juga turut diundang dengan harapan Islam dapat diperkenalkan dengan lebih luas kepada masyarakat Inggris di situ.

Meskipun dihadapkan berbagai kritik terutama terkait dengan peristiwa teroris yang dikaitkan dengan Islam, semua itu dapat diatas dengan efektif. Bahkan banyak kalangan masyarakat non-muslim di Eropa meminta mereka diberi penjelasan yang sejelas-jelasnya tentang Islam.

Sumber:  hmetro.com.my

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas komentarnya

Social

More Links

Follow Me

CATEGORIES

Artikel Terbaru

Site Links

INFORMASI

terbaru

..

..